Raihana’s Story: Aku Hamil!!!

Gambar

Dear Raihana anakku,

Bunda sebenarnya sudah lama ingin menulis semua hal tentangmu namun baru sempat sekarang bunda memulainya. Nak, kurang lebih tiga minggu setelah menikah dengan papamu, bunda hamil. Suatu hal yang tidak diduga karena sebetulnya bunda tidak merencanakan kehamilan dengan cepat, sekitar 1-2 tahun lah, meskipun juga tidak ber-KB. Ketika yang lain menyambut bahagia berita ini, bunda pada saat itu belum merasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa. Seperti percaya dan tidak. Namun hasil tes menyatakan positif ya bunda jalani dengan sebaik-baiknya.

Awalnya papamu yang menyadari kehamilan ini. Dia mimpi didatangi seekor burung dan sekaligus bersama adiknya, Towo. Tadinya sih tidak percaya, namun papamu saat itu yakin kalau bunda hamil dan anaknya laki-laki. Karena apa? Karena pada saat mbahmu, mbah Amin, hamil papa, pak-denya juga mimpi burung! Apakah suatu kebetulan? Entahlah, yang pasti papamu bilang tidak pernah bermimpi burung waktu hamil kedua kakakmu, kakak Hali dan kakak Zen. Hasil test pack dan USG memang menyatakan bunda hamil.

Hamil anak pertama bagi bunda tentu saja minus pengalaman. Sebagian besar informasi tentang kehamilan ya dari bidan yang kebetulan ibunya teman kuliah bunda. Trimester pertama, seperti kebanyakan ibu lainnya, bunda juga mual dan muntah. Tidak ada selera makan, bahkan makan yang enak sekalipun. Saat itu berat badan juga turun, tapi kata ibu bidan itu biasa. Kalau ngidam ya bunda sendiri sebetulnya tidak terlalu mengerti bagaimana sebetulnya ngidam. Yang pasti ada semacam perasaan ingin lebih dimanjakan dan diperhatikan plus hilangnya selera makan membuat bunda ingin memakan makanan tertentu saja yang terbayang di kepala. Jadi tidak terlalu aneh lah.

Pernah waktu itu bunda ingin sekali memakan nangka dan pesan pada papamu. Malam itu juga dia beli cukup banyak. Namun karena hanya termakan sekitar 2-3 biji, besoknya bunda bawa ke kantor. Apa reaksi teman-teman kantor? “Mbak Anny kan hamil muda, gak boleh makan nangka, getahnya bahaya lho, nanti anaknya ada bercak-bercak putih, memangnya tidak diingatkan sama bidannya?”. Nah kan.

Berbicara soal makanan, memang pada dasarnya bunda ini ngeyel, makanan pantangan gak ada urusan, kecuali kambing, hehe. Makan Durian saja pernah meskipun hanya 2-3 biji. Makan mie instant lumayan sering, ditambah lagi mie ayam dan mie bakso. Kopi dan teh juga tetap diminum meski katanya bisa mengakibatkan pre-eklampsi. Sebaliknya, bunda malah tidak minum susu hamil sekalipun sudah diberikan gratis oleh adik bunda dan ibu bidan. Bunda minum susu ultra dan susu kedelai saja. Barangkali makanan yang rajin dikonsumsi adalah kelapa muda dan bubur kacang hijau.

Memasuki trimester kedua, mual dan muntah mulai hilang sekitar bulan ke-5 dan berganti dengan nyeri punggung sebagai pertanda bahwa tulang-tulangmu mulai dibentuk. Bunda juga mulai merasakan denyut-denyut kecil di rahim pada minggu ke-16. Beruntunglah papamu rajin pijat punggung bunda, hehe.

Hari berganti hari dan minggu berganti minggu, tak terasa kehamilan bunda mulai masuk trimester ketiga. Begitu banyak cerita pada bagian ini. Berat badan mulai naik drastis, terutama setelah melewati bulan Ramadhan. Ah iya bunda masih berhutang sekitar 20-an hari karena tidak sanggup berpuasa. Asam lambung meningkat dan berpengaruh ke ulu hati sehingga sering muntah. Akhirnya bunda keenakan minum es buah dan inilah penyebab peningkatan berat badan yang cepat.

Sejak itu pula baju-baju yang biasa bunda pakai ke kantor mulai beralih model ke baju model gamis dan kelelawar. Baju overall yang bunda punya sejak kuliah namun tidak dipakai akhirnya dipakai juga! Hehe. Disinilah bunda mulai mendapat perlakuan khusus sebagai layaknya ibu hamil terutama di dalam kendaraan umum. Sepertinya orang lain baru sadar seseorang itu hamil jika perutnya sudah membuncit.

Ada cerita menarik tentang hal ini. Dulu sewaktu usia kehamilan masih pada usia trimester satu dan dua, ketika naik Transjakarta dan naik dari halte khusus pasti ditanya oleh petugasnya apakah bunda sedang hamil. Tentu saja bunda jawab iya. Sayangnya jika tidak ikut antrian khusus, saat naik bus ya orang cuek-cuek saja. Terkadang bahkan perempuan lebih tega daripada laki-laki.

Namun ada cerita yang mengharukan saat itu, ketika bunda sedang antri di halte Harmoni sepulang kerja. Perut bunda yang masih terkesan “flat” berkumpul bersama bumil yang sudah delapan bulan. Saat itu tidak ada kursi. Si ibu delapan bulan hanya duduk di tiang halte. Melihat bunda yang ikut di antrian khusus, dia bertanya kepada bunda sudah hamil berapa bulan. Saat bunda menjawab tiga bulan, si ibu langsung berdiri dan menyuruh duduk di tempatnya duduk. Kata dia “Umur segitu rawan, kalau saya sih tinggal tunggu melahirkan aja jadi enggak apa-apa berdiri”. Rasanya gimana gitu.

Kembali pada cerita di trimester ketiga, bunda tidak lagi merasakan mual muntah, tidak lagi merasakan nyeri punggung, bahkan tidak juga merasa berat dengan kondisi perut yang semakin besar. Hanya saja sudah mulai kesulitan pee dan poop jika menggunakan kloset jongkok, padahal umur segitu adalah masanya sering buang air kecil. Seiring dengan itu, kaki bunda juga mulai membengkak hingga terkadang sampai mati rasa jika duduk menggantung kaki terlalu lama. Meski sudah mengurangi garam, kaki tetap saja bengkak namun untungnya tidak varises.

Kamu juga sudah mulai menendang-nendang perut bunda. Kamu aktif sekali, Nak. Jenis kelamin kamu sebetulnya sudah mulai diketahui saat USG hamil tujuh bulan. Namun karena papamu masih berharap anak laki-laki, seperti mimpinya dulu, maka bunda melakukan USG beberapa kali. Hasilnya justru jenis kelamin kamu sulit dilihat karena posisinya yang tertutup. Sungguh membuat kami harap-harap cemas. Kepastian akan jenis kelamin ini saat kehamilan memasuki usia sembilan bulan dan untuk yang kedua kalinya dibilang perempuan.

Nah disini bunda mau merekap hal-hal yang dilakukan bunda semasa kehamilan kamu dan mungkin berpengaruh terhadap masa depanmu, ini dia:

1#Entertainment Tetap yang Utama

Bunda dan papamu ini hobi nonton di bioskop, Nak. Apalagi bunda sering dapat tiket 21 gratis, bahkan terkadang dapat undangan premiere. Hingga H-2 kelahiranmu, kami masih sempat nonton James Bond: Skyfall. Sayangnya Breaking Down Part 2 tidak sempat menonton karena bertepatan dengan tanggal kelahiranmu, Nak. Tidak hanya itu kadang bunda juga datang ke acara-acara yang terdapat unsur seninya seperti Korean Culture Performance dan Fashion Show Anne Avantie. Apakah nanti kamu akan mempunyai bakat seni?

2#Mengerjakan RAB dan Naskah Pidato Menteri

Ya betul, dua hal itu yang sering bunda kerjakan di kantor. Atasan bunda bilang kemungkinan nanti anak kamu akan jago berhitung dan menulis. Dia menceritakan pengalamannya ketika sedang mengandung anaknya yang ketiga dan pada saat itu dia menjalani Diklat Prajabatan. Menurut dia, sekarang anaknya yang ketiga memang lebih pintar dari kakak-kakaknya. Bagaimana dengan kamu?

3#Bertemu dengan banyak Public Figure

Sejak usia kehamilan dua bulan, bunda bertemu dengan banyak public figure mulai dari ibu Meutia Hatta, A. M. Fatwa, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Direktur Kebudayaan Korea, Ustad Arifin Ilham, Mpok Nori, Anne Avantie, Krisdayanti, hingga terakhir Manohara. Semoga kamu bisa mengambil hal-hal yang positif dari mereka ya. Terutama jika dikaitkan dengan Shio kelahiranmu Naga dan hari kelahiranmu Jumat Wage, mungkinkah?

Gambar

4#Hobi Jalan-Jalan (Ke Depok)

Bunda memang hobi jalan-jalan, Nak. Apalagi di rumah hanya berdua papamu, hanya ada internet sebagai hiburan, tidak ada TV. Untuk menghilangkan kebosanan, solusinya ya jalan-jalan, entah itu hanya sekedar malam mingguan ke BKT atau ke Monas. Seringnya sih hang out ke Depok. Selain karena teman-teman banyak di Depok, rasanya kota Belimbing itu punya segala macam yang diperlukan dan harganya pun relatif murah. Bahkan beberapa jam sebelum melahirkan masih sempat naik KRL ke Depok untuk hang out, rupanya saat itu sudah pembukaan satu dan muncul flek. Pulang kerja pun seringnya sih tidak langsung ke rumah. Kadang naik KRL atau jemputan kantor ke Depok, kadang naik Transjakarta ke kantor papamu, ya kadang papamu yang jemput ke kantor bunda. Semoga kamu gak pecicilan ya Nak, hehehe 🙂

5#Siraman Rohani tak boleh Terlewatkan

Tentunya bunda juga sempat membaca Al-Quran, utamanya surat Yusuf dan Maryam. Bahkan, menjelang kelahiranmu, saat kami sedang menunggu taxi untuk ke rumah sakit, papamu membacakan surat Muhammad sambil mengelus perut bunda. Kami juga kadang menyempatkan waktu untuk sholat berjamaah, setelah itu papamu membacakan doa untuk kita bersama dan beberapa amalan doa dalam sebuah buku. Tidak hanya itu, bunda juga sempat menghadiri beberapa pengajian, salah satunya saat ramadhan, tepatnya malam ke-21 Ramadhan. Perlu kamu ketahui bahwa tanggal tersebut juga bertepatan dengan syahidnya Ali bin abi Thalib. Pada saat itu bunda mendapatkan beras yang ternyata berasnya diproduksi dari Sumedang, kampung halaman bunda. Beras itu itu ternyata habis pada tanggal 10 Muharram, sama dengan tanggal syahidnya Husein bin Ali bin Abi Thalib. Unik kan? Semoga kamu senantiasa berpegang teguh pada tali agama ya Nak. Untuk menentukan benar dan salahnya suatu perbuatan harus dilandaskan pada hukum agama.

Ya segitu dulu ceritanya. Akan ada episode selanjutnya tentang kau dengan tema yang berbeda. Selamat tidur anakku Raihana.

4 respons untuk ‘Raihana’s Story: Aku Hamil!!!

  1. Aku jd inget masa2 hamil duluuu ^o^.. Untungnya aku ga ngerasa mual2 samasekali mba… Dan itu jg pas hamiul sebulan masih nekad ttp k Beijing saat winter dan cuaca minus, plus jalan di Great wall krn aku g mau rugi ngbatalin tiket yg udh jauh2 hari belinya :D… Untungnya anakku emg bayi pejalan, samasekali ga rewel dan tau bgt maminya cinta mati ama traveling 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s