Aku, Kamu, Kita : Perempuan

Seorang perempuan, telah menikah dan mempunyai anak. Pekerjaannya sehari-hari tak lepas dari: dapur, sumur, kasur. Sebelum menikah dia sempat bekerja, pekerjaanya juga cukup strategis. Bahkan ia sempat kuliah hingga jenjang master. Tentu semua ini berkat ketekunan dan kerja kerasnya. Namun atas dasar komitmen dan penghargaannya kepada suami, setelah menikah dia hanya fokus mengurus suami dan anak-anaknya saja. Orang lain menyebutnya Ibu Rumah Tangga. Orang lain hanya melihat betapa amat disayangkan gelar dan pekerjaan yang diperolehnya sebelum menikah ditinggalkan begitu saja. Seolah tidak paham bahwa menjadi ibu rumah tangga pun tetap mulia.

Baca lebih lanjut

Suatu Sore di Poliklinik

Suatu sore sekembalinya dari kantin kantor, saya menggunakan lift yang sama dengan salah satu dokter klinik kantor bersama dengan kedua anaknya yang masih SD. Saat itu, saya merasakan suasana yang cukup akrab dan hangat diantara ibu dan kedua anaknya tersebut. Saya melihat anak perempuannya bergelayut manja pada sang ibu saat sang ibu bertanya-tanya tentang berbagai macam hal padanya, sementara anaknya yang laki-laki lebih banyak diam.

Baca lebih lanjut

Raihana’s Story: Aku Hamil!!!

Gambar

Dear Raihana anakku,

Bunda sebenarnya sudah lama ingin menulis semua hal tentangmu namun baru sempat sekarang bunda memulainya. Nak, kurang lebih tiga minggu setelah menikah dengan papamu, bunda hamil. Suatu hal yang tidak diduga karena sebetulnya bunda tidak merencanakan kehamilan dengan cepat, sekitar 1-2 tahun lah, meskipun juga tidak ber-KB. Ketika yang lain menyambut bahagia berita ini, bunda pada saat itu belum merasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa. Seperti percaya dan tidak. Namun hasil tes menyatakan positif ya bunda jalani dengan sebaik-baiknya.

Baca lebih lanjut

“Are You Standing In Line?”

Menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosankan dan tentu saja wasting time, apalagi jika kita memang sedang berada dalam kondisi in a rush. Salah satu pekerjaan menunggu yang memang mau tidak mau harus dilakukan adalah menunggu antrian. Tidak ada kata lain selain kata sabar yang perlu dilakukan karena dalam hal ini setiap orang mempunyai peluang sama untuk mencapai tujuan yang sama.

Hal yang paling menyebalkan disaat menunggu antrian adalah ketika muncul seseorang yang dengan seenaknya menyerobot antrian. Lebih kerennya lagi, orang tersebut seolah tidak merasa bersalah telah menyalip hak orang lain. Barangkali orang tersebut menerapkan salah satu prinsip pembukuan dalam ilmu Akuntansi yaitu LIFO alias “Last In, First Out”.

Sepertinya, hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah di negeri tercinta ini, seperti yang baru saja saya alami kemarin (26/02). Untuk pertama kalinya, setelah menikah satu bulan, saya dan suami berolahraga di Monas. Sekitar pukul 10.30, kami memutuskan untuk melihat-lihat puncak Monas dan ternyata antrian menuju lift benar-benar mengular, entah berapa puluh meter.

Baca lebih lanjut

Ubah Tenda jadi Sekolah Anjal

Keberadaan anak jalanan sudah menjadi lazim di Jakarta, salah satunya adalah di Tanjung Priok, kawasan pelabuhan yang juga identik dengan pemukiman kumuh. Di wilayah ini, anak-anak usia TK hingga SD telah dibiasakan untuk mengamen dan memulung tanpa mempedulikan pendidikan. Hal inilah yang membuat sejumlah pihak tertarik untuk membantu pendidikan anak-anak tersebut.

Baca lebih lanjut